DISKOMINFOSTANDI – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu mempertegas arah kebijakan pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang digelar di Ballroom Lantai 3 Kantor Bupati Mahakam Ulu, Senin (08/12/2025).
Kegiatan ini menghadirkan seluruh perangkat daerah terkait sebagai bagian dari penyelarasan perencanaan menuju penyusunan RPJMD 2025–2029.
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm.Kes, menegaskan bahwa Mahakam Ulu menghadapi tantangan geografis dan infrastruktur yang membutuhkan strategi pembangunan yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Mahakam Ulu memiliki tantangan yang khas dan tidak ringan. Kondisi geografis yang bergelombang, biaya logistik yang tinggi, dan keterbatasan infrastruktur menuntut kita meninggalkan pola pikir lama. Kita membutuhkan paradigma pembangunan baru yang adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu telah menetapkan tata nilai ME-LA-J-U (Meningkat Sinerginya, Langgeng Sistemnya, Juang SDM-nya, dan Unggul Produknya) sebagai kompas moral sekaligus arah kinerja pembangunan yang harus diintegrasikan dalam penyusunan RPJMD.
“Tanpa integrasi nilai ME-LA-J-U ke dalam RPJMD 2025–2029, kita bisa kehilangan fokus dalam mewujudkan kemandirian pangan yang menjadi cita-cita besar daerah,” tegasnya
Dalam Rakornis tersebut, ia memberikan tujuh arahan strategis kepada perangkat daerah, yakni:
1. Bappelitbangda memastikan indikator sektor pertanian dalam RPJMD terukur, relevan, serta selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan masyarakat.
2. Dinas PUPR menyiapkan peta rencana pembangunan akses jalan menuju sentra pangan dan menyusun site plan Agroteknopark sebagai pusat inovasi dan hilirisasi pertanian modern.
3. DPMK menyinkronkan kegiatan ketahanan pangan dalam APBKam agar tepat sasaran dan sesuai Renstra Perangkat Daerah.
4. Dinas Lingkungan Hidup mengawal pengelolaan lahan pertanian melalui UKL–UPL, AMDAL, dan instrumen lingkungan lainnya.
5. BPKAD memastikan pagu anggaran sektor pertanian memadai dan berkesinambungan.
6. Bagian Perekonomian dan SDA menyusun strategi fasilitasi pasar lokal untuk menyerap hasil panen petani sebagai penguatan ekonomi daerah.
7. DPMPTSP memperkuat iklim investasi pertanian melalui penyediaan data, kemudahan perizinan, dan kepastian usaha.
“Keberhasilan pembangunan pertanian Mahakam Ulu hanya dapat dicapai dengan kesatuan arah, ketegasan eksekusi, dan integritas kita bersama,” ujarnya
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mahakam Ulu, Engelbertus Ibrahim, S.E., M.Si, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan pilar utama pembangunan daerah.
“Keberhasilan pembangunan pertanian bertumpu pada SDM yang tangguh, adopsi inovasi teknologi, pemanfaatan sarana produksi bermutu, serta pengelolaan lahan yang berkelanjutan,” jelasnya
Ia menyebut Rakornis ini sangat strategis karena berlangsung bersamaan dengan proses penyusunan RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah. DKPP mendorong percepatan upaya kemandirian benih pangan, termasuk padi, kakao, ternak, dan ikan melalui pembentukan penangkar serta pusat percontohan terintegrasi.
“Kita perlu membangun penangkar benih dan pusat percontohan terintegrasi agar Mahakam Ulu benar-benar mandiri dalam penyediaan benih pangan,” ujarnya
Ia berharap komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha terus diperkuat.
“Kolaborasi sinergis akan memperkuat sistem ketahanan pangan daerah serta mendorong pertanian yang berkelanjutan dan inovatif,” tambahnya
Di akhir kegiatan, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Mahakam Ulu. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan kemudahan bagi kita semua dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tutupnya (JJ/Jo/AI)


Tidak ada Komentar