Foto : BBL


DISKOMINFOSTANDI MAHULU – Kehadiran para suster Kongregasi Fransiskan Santo Georgius Martir (FSGM) di Gereja Stasi Santo Antonius Kampung Mamahak Besar, Paroki Santo Petrus Ujoh Bilang, yang ditandai dalam rangkaian perayaan Paskah Tahun 2026, Kamis (23/04/2026), menjadi wujud nyata pelayanan serta harapan baru bagi umat.

Kepala Suster Indonesia Kongregasi FSGM, Aquina, FSGM, menyampaikan bahwa kehadiran para suster di wilayah tersebut merupakan buah dari proses panggilan dan pertimbangan yang panjang.

“Pertemuan kita yang sangat singkat waktu itu begitu menyentuh kami. Setelah kami pulang, rasanya hati kami tertinggal di tempat ini. Hingga akhirnya, pada tahun 2025 kami memperoleh persetujuan untuk membuka komunitas baru dan memilih stasi ini sebagai tempat karya kami,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa untuk memulai pelayanan, kongregasi mengutus tiga orang suster yang akan berkarya di wilayah tersebut.

“Kami mengutus tiga saudari kami untuk hadir dan melayani di tempat ini, yaitu Kepala Suster M. Geovanni, Suster Tresia, dan Suster Tresian. Ini menjadi komunitas pertama kami di Mahakam Ulu sekaligus kehadiran kami yang ke-12 di tingkat keuskupan di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penerimaan yang hangat dari semua pihak.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Uskup, Pastor Paroki, Pemerintah Daerah, tokoh adat, serta seluruh umat yang telah menerima kami dengan begitu baik. Kami berharap kehadiran kami dapat menjadi bagian dari masyarakat di sini, hidup bersama, serta berkontribusi dalam pelayanan iman, pendidikan, dan kehidupan sosial umat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran para suster merupakan panggilan untuk berjalan bersama umat.

“Kami ingin hadir untuk memberikan kesaksian dengan berjalan bersama umat di tempat ini, saling menguatkan iman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa para suster tidak datang dengan program yang telah ditetapkan, melainkan akan melihat langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami akan melihat terlebih dahulu apa yang sungguh dibutuhkan masyarakat di sini, kemudian berusaha mewujudkannya sesuai kemampuan kami,” jelasnya.

Tokoh adat Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya kehadiran para suster di wilayah tersebut.

“Hari ini menjadi momen yang sangat berarti, karena permohonan menghadirkan suster di kampung ini akhirnya dapat terwujud,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan dukungan masyarakat dengan menyiapkan lahan untuk kebutuhan para suster serta berharap kehadiran mereka dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan iman umat.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan cenderamata dari keluarga Bonifasius Belawan Geh bersama Ibu Yovita Bulan kepada Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur atas kunjungan serta kehadiran komunitas suster di Kampung Mamahak Besar.

Ketua panitia kegiatan, Kristianus Jaang, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk pemerintah daerah, para donatur, serta seluruh umat.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan petugas liturgi dan seluruh panitia. “Kami memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini masih terdapat kekurangan,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberkatan rumah pastoran dan ramah tamah bersama umat.(BBL/Jo/AI)

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *