DISKOMINFOSTANDI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mahakam Ulu melaksanakan Sosialisasi Penerapan dan Penggunaan Aplikasi SIAP Satpol PP serta Peningkatan Kapasitas Pegawai Satpol PP dalam Penanganan Resolusi Konflik, Mediasi, dan Negosiasi di Ruang Rapat Kantor Satpol PP Kabupaten Mahakam Ulu, Rabu (02/09/2026).
Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelaksanaan tugas, sekaligus mendorong kedisiplinan dan profesionalisme pegawai Satpol PP. Melalui aplikasi SIAP, proses penyampaian informasi dan aduan masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi.
Kepala Satpol PP Kabupaten Mahakam Ulu, Kresensius Charles, S.Pd., M.AP., mengatakan penerapan aplikasi SIAP diharapkan dapat memangkas jalur birokrasi serta mempercepat respons terhadap berbagai aduan masyarakat terkait kehadiran Satpol PP.
“Melalui aplikasi SIAP, kita ingin memotong jalur birokrasi dan mempercepat respons terhadap aduan masyarakat terkait kehadiran kita, serta bagaimana mengintegrasikan sistem ini dengan lebih baik lagi dalam mendukung kehadiran kita,” ujarnya
Ia menegaskan, keberhasilan penerapan aplikasi SIAP tidak hanya bergantung pada sistem yang digunakan, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam mengoperasikan dan memanfaatkan aplikasi tersebut. Karena itu, seluruh pegawai diminta mengikuti sosialisasi dengan baik dan segera melakukan koordinasi apabila mengalami kendala dalam penggunaan aplikasi.
“Teknologi hanya akan menjadi alat yang berguna jika SDM di belakangnya siap,” tegasnya
Selain kemampuan menggunakan aplikasi, ia juga mendorong adanya perubahan pola pikir dan kebiasaan pegawai dalam menyesuaikan diri dengan sistem kerja berbasis digital. Menurutnya, penerapan teknologi harus diiringi dengan kedisiplinan, khususnya dalam mematuhi waktu kerja yang telah ditetapkan.
“Kita perlu mengubah mindset. Pola kebiasaan harus kita ubah. Kebiasaan yang datangnya jam 10, sekarang harus kita ubah menjadi datang jam setengah delapan. Kita harus mulai membiasakan diri,” katanya
Ia menilai kesiapan dalam menghadapi perubahan menjadi hal penting dalam penerapan digitalisasi di lingkungan kerja.
“Masalahnya adalah orang tidak siap dengan adanya perubahan digitalisasi. Orang yang tidak siap akan merasa keberatan dengan adanya perubahan. Tapi orang yang siap, menurut saya, ya santai saja,” jelasnya
Lebih lanjut, ia mengingatkan pegawai untuk membangun kebiasaan disiplin dengan mengatur waktu secara baik agar seluruh aktivitas dapat berjalan sesuai jadwal.
“Atur semuanya. Kalau mindset kita sudah teratur sesuai dengan jadwal kita, bangun tepat waktu, pasti semua itu akan berjalan dengan baik,” pungkasnya
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait Sosialisasi Penerapan dan Penggunaan Aplikasi SIAP Satpol-PP disampaikan oleh Stanislaus Sylvarian Tingang Langodai, Asesor Sumber Daya Manusia Ahli Pertama, dan Karya Shelim, Konselor SDM dari Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mahakam Ulu.
Sementara itu, materi peningkatan kapasitas pegawai dalam penanganan resolusi konflik, mediasi, dan negosiasi. Materi disampaikan oleh Christian Demo, Pelaksana Pemula Polisi Pamong Praja (Pol PP), dan Deby Pramesty, S.Ak., Polisi Pamong Praja Ahli Pertama. (BBL/Jo/AI)


Tidak ada Komentar