DISKOMINFOSTANDI — Komisi III DPRD Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Telkomsel Regional Kalimantan, Balikpapan, Rabu (01/042026), guna membahas kondisi jaringan telekomunikasi serta mendorong pemerataan akses, khususnya di wilayah perbatasan Mahakam Ulu. Kunjungan ini turut hadir dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Statiatik dan Persandian (Diskominfostandi) Mahulu.
Kunker ini dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Mahakam Ulu Hendrikus Keling, S.E, didampingi Sekretaris Komisi III Martina Wau, S.Pd, serta anggota Agustinus Tului, S.H., M.H dan Subhan Nor. Dari Diskominfostandi Mahakam Ulu diwakili oleh Kepala Bidang Infrastruktur TI dan Telematika Bernadus Juk, S.T dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Adrianus Imat, S.Hut., M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Telkomsel memaparkan bahwa saat ini terdapat 49 site BTS di Mahakam Ulu, dengan 17 site reguler dan sisanya merupakan site program bakti di wilayah khusus (3T). Dari total tersebut, sekitar 66 persen wilayah telah tercover jaringan, sementara 34 persen lainnya masih mengalami keterbatasan bahkan blank spot.
Namun, Komisi III menegaskan bahwa persoalan jaringan paling krusial saat ini terjadi di wilayah perbatasan, khususnya Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Di dua kecamatan tersebut, sebagian besar kampung masih mengalami keterbatasan jaringan, bahkan terdapat tower yang sudah tidak berfungsi optimal.
“Di Long Apari ada beberapa tower yang sejak akhir 2024 sudah tidak berfungsi maksimal. Masyarakat akhirnya terpaksa menggunakan alternatif seperti Starlink untuk bisa berkomunikasi,” ungkap salah satu ketua Komisi III DPRD dalam pertemuan tersebut
Selain itu, keterbatasan jaringan di Long Apari dan Long Pahangai berdampak langsung pada pelayanan dasar masyarakat. Dalam sektor kesehatan, komunikasi antara kampung dan bandara sering terhambat, sehingga informasi rujukan pasien tidak tersampaikan dengan baik. Akibatnya, pasien kerap mengalami kendala saat hendak dirujuk menggunakan transportasi udara.
Tidak hanya itu, kondisi geografis yang sulit serta keterbatasan infrastruktur listrik dan transmisi membuat jaringan di wilayah tersebut sangat bergantung pada satelit, yang berdampak pada kualitas layanan yang tidak stabil.
Pihak Telkomsel juga mengakui bahwa sejumlah site di wilayah Mahakam Ulu masih menghadapi kendala, baik dari sisi listrik maupun jaringan transmisi. Selain itu, gangguan jaringan akibat putusnya kabel fiber optik juga masih sering terjadi, bahkan dalam satu bulan dapat terjadi berulang kali.
“Beberapa site memang ada sinyal, tetapi belum bisa dimanfaatkan maksimal karena keterbatasan listrik dan jaringan transmisi,” jelas perwakilan Telkomsel
Komisi III juga menyoroti keberadaan tower yang tidak lagi berfungsi sesuai tujuan awal. Infrastruktur tersebut sebelumnya dibangun untuk mendukung komunikasi antar kampung, termasuk untuk keselamatan transportasi sungai dan kebutuhan layanan darurat.
Namun dalam praktiknya, banyak tower yang tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga perlu dilakukan evaluasi, baik untuk diaktifkan kembali maupun dipindahkan ke lokasi yang lebih membutuhkan.
Selain sektor kesehatan, keterbatasan jaringan di Long Apari dan Long Pahangai juga berdampak pada pendidikan dan perekonomian masyarakat. Pelajar kesulitan mengakses informasi, sementara pelaku usaha kecil tidak dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan usaha mereka.
Menanggapi hal tersebut, Telkomsel menawarkan solusi alternatif berupa pemanfaatan internet desa serta perangkat tambahan yang dapat memancarkan sinyal dengan kebutuhan daya listrik rendah. Solusi ini diharapkan dapat diterapkan di wilayah yang sudah memiliki akses internet dasar.
Meski demikian, implementasi solusi tersebut tetap memerlukan dukungan infrastruktur dasar seperti listrik dan koneksi awal, sehingga dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, operator, dan pihak terkait lainnya.
Melalui kunjungan ini, DPRD Komisi III dan Diskominfostandi Mahakam Ulu berharap adanya perhatian serius serta langkah konkret dari pihak Telkomsel untuk meningkatkan kualitas jaringan, khususnya di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai yang hingga saat ini masih sangat membutuhkan akses komunikasi yang memadai.
Kunjungan ini menjadi upaya bersama dalam mendorong pemerataan layanan telekomunikasi, agar masyarakat di wilayah perbatasan Mahakam Ulu dapat menikmati akses komunikasi yang setara dengan daerah lainnya. (AD/Jo/AI)


Tidak ada Komentar