foto: diskominfostandimahulu_Is


DISKOMINFOSTANDI – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar kegiatan Sosialisasi Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) Mahakam Ulu di Ballroom Lantai III Kantor Bupati Mahakam Ulu, Rabu (11/02/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal, pencipta lapangan kerja, serta penopang ketahanan ekonomi kampung. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, antara lain keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya literasi keuangan, serta minimnya pendampingan usaha yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa inklusi keuangan menjadi kunci penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh, berkembang, dan naik kelas secara sehat serta berkelanjutan. Program BIMA ETAM sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan industri keuangan dinilai menjadi contoh kolaborasi yang baik antara Pemerintah Daerah, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Jasa Keuangan.

Melalui pendekatan business matching, edukasi keuangan, serta konsultasi usaha secara langsung, program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pelaku UMKM, khususnya di Mahakam Ulu yang memiliki tantangan geografis cukup berat. Sinergi tersebut dinilai penting agar akses layanan keuangan tetap terbuka, merata, dan berkeadilan bagi seluruh pelaku usaha.

Di tengah lesunya sektor ekonomi akibat efisiensi anggaran, UMKM menjadi salah satu tumpuan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Oleh karena itu, kolaborasi dengan lembaga perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya dinilai sangat penting untuk memperkuat peran UMKM.

Pemerintah Daerah berharap Lembaga Jasa Keuangan terus menghadirkan skema pembiayaan yang inklusif dan adaptif, disertai pendampingan berkelanjutan serta dukungan nyata bagi pengembangan UMKM di Mahakam Ulu.

Kepada para pelaku UMKM, Bupati juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman terkait informasi keuangan, pengelolaan usaha, serta pentingnya literasi keuangan dalam membangun bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Disebutkan pula bahwa pada tahun 2025, BIMA ETAM telah berhasil menyalurkan kredit kepada 343 debitur UMKM di kabupaten dan kota Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Pemerintah berharap UMKM Mahakam Ulu dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, menyampaikan bahwa BIMA ETAM merupakan program sinergi bersama OJK, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Lembaga Jasa Keuangan, dan mitra kerja terkait guna meningkatkan akses pembiayaan dan literasi keuangan bagi UMKM.

Ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, BIMA ETAM telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali dan untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Mahakam Ulu. Dari pelaksanaan sebelumnya, program ini telah diikuti oleh 783 UMKM dan membantu penyaluran pembiayaan produksi kepada 160 UMKM dengan total nilai Rp16,8 miliar.

Kegiatan BIMA ETAM selanjutnya akan diselenggarakan di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur untuk memperluas akses pembiayaan dan inklusi keuangan. Para pelaku UMKM Mahakam Ulu diharapkan dapat memaksimalkan partisipasi dalam kegiatan ini sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antarpelaku usaha guna membangun ekosistem UMKM yang semakin solid dan berdaya saing di Kalimantan Timur. (Is/Jo/AI)

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *