DISKOMINFOSTANDI – Camat Long Apari, Petrus Ngo menegaskan bahwa kesehatan merupakan investasi yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia. Hal tersebut memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya di Kecamatan Long Apari hal ini disampaikan pada saat Pra Musrenbang Tematik Stunting di ruang serbaguna Kec Long Apari Selasa, (10/02/2026)
Menurutnya, kesehatan yang baik akan berbanding lurus dengan pembangunan yang berkualitas, mulai dari tingkat kampung, kabupaten, provinsi, hingga pusat. Oleh karena itu, program penanganan stunting menjadi salah satu program unggulan pemerintah yang harus didukung dan dikawal bersama demi kemajuan SDM, khususnya di Kecamatan Long Apari.
“Program penanganan stunting ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab semua stakeholder terkait, termasuk masyarakat itu sendiri,” ujar Petrus
Ia menjelaskan bahwa sasaran utama program pencegahan stunting adalah ibu hamil serta anak-anak pada 1.000 hari pertama kehidupan pasca melahirkan, termasuk anak-anak usia sekolah. Hal ini dinilai sangat krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Long Apari Nur Alif Irsyad, ia mengungkapkan bahwa saat ini jumlah kasus stunting di Kecamatan Long Apari mencapai 32 orang, dengan sebaran di beberapa kampung yang masih cukup tinggi.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah akses bahan kebutuhan pokok yang relatif jauh dari ibu kota kabupaten.
Keterbatasan sumber pangan yang tidak bervariasi seperti di perkotaan serta kebiasaan masyarakat juga menjadi penyebab terjadinya stunting. Banyak masyarakat yang masih berladang dengan sistem nomaden atau berpindah-pindah, sehingga akses terhadap makanan bergizi menjadi lebih sulit.
Meski demikian, pihak Puskesmas telah melakukan berbagai upaya pencegahan stunting melalui kegiatan rutin, mulai dari pendampingan ibu hamil, pemantauan bayi dan balita, hingga penanganan langsung kasus stunting dengan pemberian makanan tambahan bergizi.
Ia juga menyebutkan bahwa tantangan utama dalam penanganan stunting adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi. Selain itu, kebiasaan merokok, kondisi ekonomi, serta praktik pernikahan dini turut menjadi faktor yang memengaruhi kesehatan bayi dan balita secara tidak langsung.
“Masih banyak perilaku tidak sehat yang dilakukan masyarakat tanpa disadari, sehingga berdampak pada tumbuh kembang anak,” jelasnya
Oleh sebab itu, ia berharap penanganan stunting tidak hanya dibebankan kepada sektor kesehatan saja, melainkan memerlukan kerja sama lintas sektor untuk menangani akar permasalahan stunting secara menyeluruh.
Dalam kesempatan tersebut, Kasubag Tata Usaha Dedik Mustakim juga berpesan kepada masyarakat Kecamatan Long Apari agar bersama-sama menurunkan angka stunting.
“Mari kita bersama-sama menurunkan angka stunting di Kecamatan Long Apari. Pastikan balita rutin datang ke Posyandu untuk memeriksakan tumbuh kembang, serta selalu mengonsumsi makanan yang bergizi dan sehat,” tutupnya (JJ/Jo/AI)


Tidak ada Komentar