Foto : JJ


DISKOMINFOSTANDI – Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, terintegrasi, dan berbasis data dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu, dalam rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bappelitbangda Mahakam Ulu, Senin (14/09/2026).

Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan tiga dokumen perencanaan strategis, yakni Pengembangan Daya Dukung Lahan dan Infrastruktur Wilayah, Penyusunan Rencana Induk Infrastruktur Kawasan Strategis Daerah (KSD), serta Perencanaan Pengelolaan Perkotaan.

Bupati menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya penyusunan ketiga dokumen strategis tersebut. Menurutnya, dokumen perencanaan harus mampu menjadi landasan dalam menentukan kebijakan pembangunan Mahakam Ulu, baik untuk kebutuhan saat ini maupun menghadapi perkembangan daerah dalam jangka panjang.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa dalam setiap langkah pembangunan Mahakam Ulu, perencanaan harus menjadi dasar utama dalam menentukan arah kebijakan. Kita tidak bisa lagi membangun dengan pendekatan yang sporadis atau trial and error,” tegasnya

Ia menambahkan, setiap kebijakan yang berkaitan dengan tata ruang, kawasan dan pembangunan infrastruktur saat ini akan memberikan dampak terhadap wajah Mahakam Ulu dalam satu hingga dua dekade mendatang.

Karena itu, hasil kerja sama dengan ITN Malang diharapkan dapat memberikan gambaran kebutuhan dan proyeksi pembangunan daerah secara komprehensif.
Bupati juga memberikan contoh dalam rencana pembangunan Bandara Ujoh Bilang.

Menurutnya, pembangunan bandara tidak dapat hanya dilihat dari sisi lokasi dan landasan pacu, tetapi harus direncanakan secara terpadu dengan konektivitas jalan, infrastruktur pendukung, serta penataan kawasan permukiman di sekitarnya.

“Dalam mematangkan rencana pembangunan Bandara Ujoh Bilang, kita tidak bisa hanya memikirkan titik koordinat landasan pacunya saja. Kita harus merencanakannya secara terpadu, mulai dari konektivitas jalan, kesiapan infrastruktur pendukung hingga penataan kawasan permukiman di sekitarnya,” jelasnya

Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan seluruh Kepala Perangkat Daerah agar substansi dari ketiga dokumen tersebut dapat segera diintegrasikan ke dalam Renstra maupun perencanaan program masing-masing perangkat daerah.

Ia menyadari keterbatasan ruang fiskal APBD Kabupaten Mahakam Ulu. Namun demikian, kondisi tersebut diharapkan tidak menjadi penghambat, melainkan mendorong pemerintah daerah untuk semakin kreatif dalam mencari sumber dan skema pembiayaan pembangunan serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun Pemerintah Pusat.

“Jadikan dokumen perencanaan teknis dan akademis ini sebagai dasar argumentasi yang kuat, terukur dan rasional dalam memperjuangkan kebutuhan pembangunan Mahakam Ulu,” ujarnya

Bupati juga menekankan bahwa pembangunan Mahakam Ulu membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Bappelitbangda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, perangkat daerah lainnya, hingga para camat diharapkan mampu bergerak dalam satu arah melalui koordinasi yang kuat dan tujuan pembangunan yang sama.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Mahakam Ulu, Yohanes Andy Abeh, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa ketiga kegiatan perencanaan tersebut memiliki keterkaitan dan tidak berdiri sendiri.

Ketiganya merupakan bagian dari kerangka perencanaan yang lebih besar dalam mempersiapkan arah pembangunan Mahakam Ulu di masa mendatang.

“Ketiga kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Ketiganya merupakan bagian dari satu cara pandang yang lebih besar tentang bagaimana Mahakam Ulu hendak membangun masa depannya,” ungkapnya

Ia menjelaskan, perencanaan tersebut mencakup berbagai aspek pembangunan, mulai dari penataan pusat pemerintahan di Ujoh Bilang, pengembangan pusat perkotaan, pembangunan infrastruktur wilayah, kawasan strategis hingga wilayah perbatasan.

Menurutnya, kompleksitas wilayah Mahakam Ulu membutuhkan perencanaan yang mampu melihat kondisi daerah secara menyeluruh dan berdasarkan pengetahuan serta data yang terukur.

“Pembangunan yang baik tidak pernah lahir dari suatu kebetulan. Pembangunan yang baik lahir dari perencanaan yang kompeten, berbasis pengetahuan, terukur, fungsional dan berpijak pada realita wilayah,” jelasnya

Melalui kerja sama dengan ITN Malang tersebut, Bappelitbangda berharap dokumen yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar dapat digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah. (JJ/Jo/AI)

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *