DISKOMINFOSTANDI – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar kegiatan Self Assessment (Penilaian Mandiri) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) serta Sosialisasi dan Advokasi Desa Sehat Iklim (DEKSI) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 02–04 Juni 2026, di Ruang Rapat Bappelitbangda Kabupaten Mahakam Ulu.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan program Kabupaten/Kota Sehat sekaligus meningkatkan kesiapan daerah menghadapi proses penilaian KKS. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi bersama terhadap capaian indikator kelembagaan dan sembilan tatanan Kabupaten/Kota Sehat yang menjadi fokus penilaian.
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setkab Mahulu, drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm.Kes., menyampaikan bahwa kesehatan merupakan hasil kolaborasi berbagai sektor, mulai dari kualitas lingkungan, perilaku hidup masyarakat, hingga sistem pelayanan yang terintegrasi.
Dalam sambutannya ditegaskan bahwa Kabupaten Mahakam Ulu masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, serta perlunya penguatan koordinasi lintas sektor dan kelengkapan data indikator KKS.
“Masih diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor serta peningkatan kualitas dan kelengkapan data indikator pada setiap tatanan. Hal ini menjadi prasyarat penting agar penilaian mandiri dapat berjalan optimal dan akuntabel,”demikian disampaikannya
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kampung, dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Sehat dan Desa Sehat Iklim.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk memastikan setiap indikator yang telah ditetapkan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah yang konkret dan terukur demi mewujudkan Mahakam Ulu yang sehat dan berketahanan terhadap perubahan lingkungan,” ujarnya
Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Penyakit (Kesmas dan P2) Dinkes P2KB Mahulu, dr. Ang Liana Sari, menyampaikan bahwa hasil self assessment menunjukkan adanya peningkatan capaian pada sejumlah tatanan dibandingkan hasil verifikasi Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025.
“Kabupaten Mahakam Ulu memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis yang luas dan keterbatasan aksesibilitas. Meski demikian, kami tetap optimistis capaian Kabupaten/Kota Sehat dapat terus meningkat melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah dan stakeholder terkait,” katanya
Ia menambahkan bahwa melalui Advokasi Desa Sehat Iklim (DEKSI), masyarakat diharapkan semakin siap menghadapi dampak perubahan iklim melalui penguatan kapasitas, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan lingkungan yang sehat serta berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta yang berasal dari 23 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), puskesmas, rumah sakit, serta pemerintah kampung. Pada hari pertama, kegiatan Self Assessment KKS diikuti 52 peserta dari 23 OPD. Hari kedua, Advokasi DEKSI diikuti 50 peserta dari 19 OPD, sedangkan hari ketiga difokuskan pada pendampingan program yang melibatkan delapan peserta dari delapan OPD. (BBL/Jo/AI)


Tidak ada Komentar