Foto : AD


DISKOMINFOSTANDI — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menggelar Sosialisasi Pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026 di Ballroom Lantai 3 Kantor Setda Mahakam Ulu, Senin (11/05/2026).

Mewakili Bupati Mahakam Ulu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mahakam Ulu, Dr. Stephanus Madang, S.Sos., M.M. saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa Indeks Desa merupakan instrumen penting untuk mengukur tingkat perkembangan dan kemandirian kampung.

Data yang diinput nantinya menjadi dasar pemerintah pusat maupun daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, penyaluran program, serta capaian pembangunan kampung.

“Saya menekankan proses penginputan data harus dilakukan secara serius, tepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi cuaca dan potensi banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Mahakam Ulu. Seluruh pihak, khususnya BPBD dan jajaran pemerintah kampung, diminta tetap waspada serta responsif terhadap perkembangan kondisi alam.

Selain itu, ia menyinggung pelaksanaan pemilihan petinggi kampung (Piltikam) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Mei 2026 di 24 kampung. Ia berharap seluruh tahapan Piltikam dapat berjalan aman, tertib, dan damai.

Berdasarkan data Profil Indeks Desa Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2025, tercatat sebanyak 34 kampung atau 68 persen masih berstatus berkembang, 15 kampung atau 30 persen berstatus maju, dan satu kampung atau dua persen berstatus mandiri.

Data tersebut menunjukkan dimensi layanan dasar menjadi indikator dengan skor tertinggi yakni sekitar 119,8, disusul dimensi ekonomi sebesar 89,0. Sementara dimensi tata kelola memperoleh skor 59,5, sosial 58,4, lingkungan 58,0, dan aksesibilitas menjadi dimensi dengan skor terendah yakni 38,6.

Adapun kampung dengan skor Indeks Desa tertinggi di Kabupaten Mahakam Ulu ditempati Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, dengan skor 541 dan berstatus mandiri. Posisi berikutnya ditempati Datah Bilang Ilir dengan skor 488, Matalibaq dengan skor 474, Long Gelawang dengan skor 472, dan Long Bagun Ulu dengan skor 470 yang seluruhnya berstatus kampung maju.

Kegiatan ini juga menghadirkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Kalimantan Timur, Meidy Perangin Angin, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber yang memberikan materi terkait mekanisme pemutakhiran dan penginputan data Indeks Desa Tahun 2026.

Sosialisasi turut dihadiri para kepala perangkat daerah, camat, petinggi kampung, operator kampung, pendamping desa, P2MKM Gerbang Mas, serta unsur terkait lainnya.

Sekretaris Daerah meminta seluruh pemerintah kampung, operator desa, dan pendamping desa memperkuat koordinasi serta bekerja sama dalam melengkapi seluruh indikator yang diperlukan sehingga proses penginputan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun kampung yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (AD/Jo/AI)

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *