DISKOMINFOSTANDI – Rangkaian Revitalisasi Kader Pendamping Keluarga (KPK) Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026 diisi dengan kegiatan outbound yang berlangsung meriah di Bumi Perkemahan (BUPER) Pramuka “Tanaa Mekaam Jaya”, Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, Jumat (14/08/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam suasana menyambut perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mempererat kebersamaan dan kekompakan para kader.
Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan, yakni lomba bakiak, sarung berantai, Rangking 1, dan lomba yel-yel. Para kader mengikuti setiap perlombaan dengan antusias dan semangat tinggi. Perbedaan usia di antara peserta tidak mengurangi semangat untuk berkompetisi, saling memberikan dukungan, serta menciptakan suasana kebersamaan yang semakin erat.
Panitia turut menjelaskan alur dan aturan setiap permainan sebelum perlombaan dimulai. Penjelasan tersebut dilakukan agar seluruh peserta memahami mekanisme permainan dan dapat mengikuti kegiatan dengan tertib. Suasana kompetitif tetap berlangsung dalam semangat kebersamaan dan kegembiraan antarkader.
Selain menjadi bagian dari rangkaian kegiatan revitalisasi, outbound menjadi ruang bagi para kader untuk membangun komunikasi dan kekompakan di luar kegiatan pembekalan. Interaksi yang terbangun diharapkan semakin memperkuat kerja sama para kader ketika kembali menjalankan tugas pendampingan keluarga di kampung masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur juga menitipkan pesan kepada para kader agar setelah kembali ke wilayah masing-masing dapat memperkuat pendampingan terhadap calon pengantin. Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah pemeriksaan kondisi kesehatan calon pengantin, khususnya untuk mencegah anemia yang masih tergolong tinggi di Kabupaten Mahakam Ulu.
Pendampingan calon pengantin dinilai penting sebagai bagian dari upaya mempersiapkan keluarga sejak sebelum pernikahan. Dengan memastikan kondisi kesehatan calon pengantin, terutama calon ibu, kader diharapkan dapat membantu mencegah berbagai risiko kesehatan yang dapat berdampak terhadap kehamilan dan tumbuh kembang anak di kemudian hari.
Selain pendampingan calon pengantin, para kader juga akan menjalankan pendataan terkait kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga secara langsung dari pintu ke pintu. Kegiatan pendataan tersebut direncanakan berlangsung selama sekitar 7–10 hari, menyesuaikan lokasi serta kondisi wilayah masing-masing.
Pendataan dan pendampingan dari pintu ke pintu tersebut menjadi bentuk kehadiran nyata kader di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, kader diharapkan tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga dapat mengenali kondisi keluarga secara langsung dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan pelayanan pemerintah sesuai kebutuhan. (AD/Jo/AI)


Tidak ada Komentar