DISKOMINFOSTANDI – Festival Hudoq Pekayang Tahun 2026 resmi dibuka di lapangan utama Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Selasa (20/10/2026).
Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2026, ini diikuti 12 kontingen kampung sebagai upaya melestarikan adat dan budaya masyarakat Dayak Bahau.
Dalam sambutannya, Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan panitia penyelenggara atas semangat gotong royong dalam mempersiapkan festival tersebut. Menurutnya, Hudoq Pekayang bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antarkampung.
“Hudoq Pekayang memiliki makna yang dekat dengan kehidupan masyarakat Dayak Bahau. Tradisi saling mengunjungi antarkampung mempertemukan keluarga, mempererat persaudaraan, dan menjaga hubungan baik yang telah dirawat lintas generasi,” ujarnya
Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam menjaga keberlangsungan tradisi leluhur, mulai dari mengenal tarian, musik tradisional, pembuatan topeng, hingga memahami cerita dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Selain itu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan dapat memanfaatkan festival sebagai kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal.
“Kepada anak-anak muda Mahakam Ulu, ambillah bagian dalam kegiatan budaya. Belajarlah mengenal tarian, musik, pembuatan topeng, serta cerita dan nilai yang menyertainya,” tutupnya
Usai pembukaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi Makan Hudoq dan Tengaraan Hudoq, serta Ngaraang Bersama yang diiringi musik tradisional sampeq karaang. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, menjaga warisan budaya, dan mewariskan nilai-nilai tradisi kepada generasi penerus.
Melalui Festival Hudoq Pekayang, kekayaan budaya lokal diharapkan semakin dikenal luas sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Mahakam Ulu.
Festival Hudoq Pekayang Tahun 2026 diikuti 12 kontingen kampung, yakni Delang Kerohong, Long Pakaq, Long Pakaq Baru, Long Lunuk, Long Lunuk Baru, Datah Naha, Lirung Ubing, Naha Aruq, Long Isun, Long Pahangai I, Long Pahangai II, dan Liu Mulang. Keikutsertaan kampung-kampung tersebut menjadi wujud kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. (BBL/Jo/AI)


Tidak ada Komentar