DISKOMINFOSTANDI – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menggelar Rapat Koordinasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Periode Penilaian 2026/2027 di Grand Ballroom Hotel ASTON Samarinda, Jumat (06/11/2026).
Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan efektivitas pengendalian intern, serta mendorong penerapan manajemen risiko di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menyampaikan bahwa masyarakat menaruh harapan besar agar pemerintah terus menghadirkan pelayanan prima dan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Untuk mewujudkan hal tersebut, setiap program harus dilaksanakan tepat waktu dengan penggunaan anggaran sesuai tujuan, sementara risiko yang berpotensi menghambat pelaksanaannya perlu dikenali sejak tahap perencanaan.
“Risiko yang dapat menghambat pelaksanaan program perlu dikenali dan dikendalikan sejak perencanaan,” ujarnya
Ia juga meminta seluruh kepala OPD terlibat langsung dalam pengelolaan risiko, terutama dalam menyusun daftar risiko Tahun 2027 berdasarkan sasaran dan rencana kerja masing-masing instansi, bukan sekadar menyalin daftar tahun sebelumnya.
“Langkah pengendalian harus dimasukkan ke dalam program dan anggaran, lalu dipastikan setiap langkah dijalankan dan didukung bukti yang memadai. Cara inilah yang menjadi bekal utama kita menuju Level 3 atau Terdefinisi pada penilaian mandiri SPIP Terintegrasi Tahun 2027,” jelasnya
Pada kesempatan yang sama, Bupati menyampaikan apresiasi kepada OPD yang telah berkontribusi dalam penerapan SPIP Terintegrasi. Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus menjadi motivasi bagi instansi lainnya untuk terus memperkuat pengendalian intern, meningkatkan akuntabilitas, dan membangun budaya kerja yang berintegritas.
Apresiasi diberikan kepada Inspektorat dan Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian Mahulu atas peran aktif dalam pelaksanaan SPIP. Penghargaan juga diberikan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) atas peran aktif sebagai asesor dalam mendorong implementasi SPIP Terintegrasi.
Selanjutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerima apresiasi atas responsivitas tercepat dalam pelaporan data risiko Tahun 2027, sedangkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendapat penghargaan atas responsivitas tercepat dalam pelaporan daftar risiko Tahun 2026.
Sementara itu, Kecamatan Long Pahangai, Kecamatan Long Apari, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperoleh apresiasi atas peran aktif dan kolaboratif dalam memperkuat sinergi internal.
Dalam laporannya, Plt. Inspektur Kabupaten Mahakam Ulu, Margono, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi SPIP Terintegrasi dilaksanakan sebagai sarana koordinasi, komunikasi, dan penyamaan persepsi bagi seluruh perangkat daerah dalam memperkuat penerapan SPIP.
Kegiatan tersebut berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah serta program kerja Inspektorat Kabupaten Mahakam Ulu Tahun Anggaran 2026.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh perangkat daerah semakin memahami pentingnya penerapan SPIP Terintegrasi, meningkatkan efektivitas pengendalian intern, serta mampu menerapkan manajemen risiko dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan,” ujarnya
Ia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Aston Lantai 17 tersebut diikuti sebanyak 140 peserta dari unsur perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Ia berharap melalui rapat koordinasi ini, komitmen dan sinergi seluruh perangkat daerah semakin kuat dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel.
Hadir pula Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Timur, Edy Suharto, yang memberikan arahan terkait penguatan SPIP. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tahapan penilaian SPIP Terintegrasi oleh Syaiful Hendry, sosialisasi KAWAL SPIP oleh Dominika Devung Jaang, pengendalian temuan berulang dan persiapan penilaian mandiri SPIP Terintegrasi Tahun 2027 oleh Budi Gunarjo Ompusunggu, serta pembahasan Heat Map dan Risk Appetite oleh Margareta Srihartuti. (BBL/Jo/AI)


Tidak ada Komentar