Foto : BBL


DISKOMINFOSTANDI – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Koding Guru dengan tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Pengembangan Materi Pembelajaran bagi Tenaga Pendidik” pada 4–7 November 2026 di Aston Samarinda Hotel & Convention, Kota Samarinda.

Kegiatan ini diikuti 47 tenaga pendidik dari berbagai sekolah di Kabupaten Mahakam Ulu untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital guna mendukung proses pembelajaran.

Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, dalam arahannya mengajak para guru untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tidak hanya membantu proses mengajar, tetapi juga membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dan potensi diri.

“Jangan mau kalah dengan muridnya. Jangan mau kalah dengan zaman yang sudah serba modern. Kalau ada niat, saya yakin Bapak Ibu pasti bisa,” ujarnya

Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan terhadap peserta didik agar teknologi digunakan secara bijak dan tidak disalahgunakan. Selain itu, pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kompetensi guru serta memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap.

“Saya berharap Dinas Pendidikan terus memberikan pelatihan yang dibutuhkan oleh guru-guru kita. Semua ingin kita fasilitasi dengan sebaik-baiknya. Namun, dengan kondisi keuangan daerah, pemenuhannya harus dilakukan secara bertahap,” tegasnya

Kepala Disdikbud Mahulu, Samson Batang, S.Sos., M.Si., dalam laporan dan sambutannya menyampaikan bahwa pembelajaran coding penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, kreativitas, dan keterampilan memecahkan masalah.

“Melalui pembelajaran coding, peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerja teknologi serta mengembangkan solusi sederhana terhadap permasalahan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya

Ia menjelaskan bahwa para guru tidak harus menjadi ahli teknologi untuk mulai mempelajari coding. Kemauan belajar dan keberanian mencoba menjadi modal utama dalam menguasai keterampilan baru tersebut. Ia juga berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan melalui pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan kreatif sesuai kebutuhan peserta didik.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari kehadiran peserta atau selesainya pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pembelajaran. Jangan berhenti pada teori, tetapi mulailah menerapkannya dan bagikan pengetahuan kepada rekan sejawat,” tutupnya. (BBL/Jo/AI)

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *