DISKOMINFOSTANDI — Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, S.E., yang mewakili Bupati, secara resmi membuka kegiatan Pramusrenbang Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2024. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah, para kepala OPD, camat, petinggi kampung, kepala puskesmas, serta pemangku kepentingan terkait, di Ruang Rapat Bappelitbangda, Senin (13/04/2026).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga memerlukan penanganan lintas sektor yang terintegrasi.
“Perumusan kali ini harus memfokuskan pada intervensi terpadu, baik intervensi spesifik maupun sensitif, yang berjalan selaras dan memberikan dampak nyata,” ujarnya
Ia menyampaikan bahwa Pramusrenbang menjadi langkah strategis untuk mengidentifikasi permasalahan secara tepat, menyusun intervensi berbasis data, serta memastikan program yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran, khususnya bagi keluarga dan anak berisiko stunting.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat, terkini, dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan, agar setiap program dapat memberikan hasil yang optimal di lapangan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penguatan peran kecamatan dan kampung sebagai ujung tombak pelaksanaan, melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas.
Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat, menjadi kunci dalam memperluas jangkauan intervensi penurunan stunting.
“Upaya penurunan stunting bukan sekadar memenuhi target angka, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan anak-anak Mahakam Ulu tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegasnya
Ia berharap melalui forum ini dapat dihasilkan perencanaan yang inovatif, terukur, dan implementatif guna mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Mahakam Ulu.
Selanjutnya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm., Kes., menyampaikan usulan program konkret sebagai bentuk intervensi langsung kepada masyarakat terdampak stunting.
Program tersebut meliputi pemberian bantuan sembako serta pelatihan memasak makanan bergizi yang akan dilaksanakan setiap minggu, guna meningkatkan pemenuhan gizi keluarga. Selain itu, juga direncanakan bantuan pembuatan BPJS bagi masyarakat yang berhak menerima.
Ia menjelaskan bahwa program ini akan digerakkan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, serta disertai dengan kunjungan langsung ke lapangan sebagai bagian dari evaluasi terhadap permasalahan yang dihadapi keluarga terdampak stunting.
Sementara itu, Sekretaris Bappelitbangda Mahakam Ulu, Fransiscus Hului, S.E., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia Tahun 2021–2024.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi, konvergensi, dan integrasi program percepatan penurunan stunting antar perangkat daerah dan pemangku kepentingan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat disusun rencana kerja dan intervensi yang lebih tajam, efektif, dan efisien untuk mencapai target penurunan stunting di Kabupaten Mahakam Ulu,” jelasnya
Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Mahakam Ulu, para camat, petinggi, kepala puskesmas, serta mitra pembangunan terkait.
Ia berharap melalui Pramusrenbang ini dapat lahir komitmen bersama serta kesepakatan rencana aksi yang akan dituangkan dalam dokumen perencanaan daerah, sehingga upaya penurunan stunting dapat berjalan secara masif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Mahakam Ulu.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati Mahakam Ulu secara resmi membuka Pramusrenbang Stunting Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2024, seraya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan percepatan penurunan stunting melalui kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor. (AD/Jo/AI)


Tidak ada Komentar