DISKOMINFOSTANDI — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) resmi membuka kegiatan Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinkes P2KB Mahakam Ulu, dr. Petronela Tugan, M.Kes, dan dilaksanakan di Ruang Belajar Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Senin (13/04/2026).
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemkab Mahulu dalam mendukung visi Mahulu Melaju (Maju Merata Berkelanjutan), khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Kepala Dinkes P2KB menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kontrasepsi menjadi salah satu kunci keberhasilan program Keluarga Berencana (KB).
“Melalui pelayanan kontrasepsi yang berkualitas, kita dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan angka unmet need, mengatur jarak kehamilan, serta mencegah stunting secara tepat sasaran,” ujarnya
Ia juga menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan profesionalisme bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi sesuai standar operasional prosedur (SOP), khususnya metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terbagi dalam dua angkatan. Pelaksanaan pelatihan tersebut merupakan hasil usulan yang telah diperjuangkan selama tiga tahun dan akhirnya dapat direalisasikan pada tahun 2026.
“Di tengah efisiensi anggaran, terlaksananya kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama. Oleh karena itu, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelayanan KB, disertai pencatatan dan pelaporan yang baik dan tepat sasaran,” tegasnya
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, dr. Nurizky Permanajati, M.H., menyampaikan bahwa pelatihan ini telah disusun dengan kurikulum komprehensif yang mencakup kebijakan program KB, materi teknis medis, serta praktik lapangan.
Ia menjelaskan bahwa metode pembelajaran dilakukan secara bertahap, mulai dari pembelajaran daring, teori, hingga tatap muka dan praktik langsung. Materi yang diberikan meliputi metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan, serta penguatan kemampuan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.
“Kami berharap pelatihan ini mampu mencetak bidan yang kompeten, terutama dalam memberikan pelayanan di wilayah terpencil dan perbatasan seperti Mahakam Ulu, sehingga masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas,” ujarnya
Salah satu peserta, Monica Bulan yang juga bertindak sebagai ketua kelas, menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat dinantikan oleh para tenaga kesehatan, khususnya bidan.
“Pelatihan ini sangat berkesan bagi kami. Setelah sebelumnya mengikuti materi secara daring, hari ini kami dapat melaksanakan pembelajaran secara langsung sekaligus praktik pelayanan kontrasepsi,” ungkapnya
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi di wilayah Mahakam Ulu, terutama kondisi geografis yang sulit dijangkau serta masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait program KB.
“Masih ada wilayah terpencil dengan keterbatasan akses dan pemahaman masyarakat tentang KB yang perlu ditingkatkan. Hal ini menuntut kami sebagai tenaga kesehatan untuk lebih aktif dan inovatif dalam memberikan edukasi bahwa alat kontrasepsi aman dan bermanfaat,” jelasnya
Menurutnya, pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas bidan untuk menghadapi berbagai tantangan di lapangan, terlebih karena dibimbing oleh tenaga profesional yang berpengalaman.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, kami semakin siap memberikan pelayanan kontrasepsi yang terbaik kepada masyarakat serta menjadi motivator dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya program KB,” tambahnya
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas pelayanan kontrasepsi di fasilitas kesehatan Mahakam Ulu semakin meningkat, sekaligus memperkuat peran bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana.
Di akhir kegiatan, Kepala Dinkes P2KB Mahakam Ulu menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat serta berpesan agar peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lapangan.
“Selamat mengikuti pelatihan. Semoga kegiatan ini menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Mahakam Ulu,” tutupnya (JJ/Jo/AI)


Tidak ada Komentar