Foto : BBL


DISKOMINFOSTANDI – Festival Hudoq Pekayang Tahun 2026 resmi ditutup di Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Oktober 2026, ini menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian adat, budaya, dan persaudaraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, S.E., mengajak masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik yang telah terjalin selama festival. Persaudaraan yang dirasakan selama festival ini semoga terus terjaga hingga ke kampung masing-masing.

“Teruslah saling mengunjungi, menjaga hubungan baik, dan hadir membantu ketika saudara kita menghadapi kesulitan,” ujarnya

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan leluhur. “Warisan leluhur akan tetap hidup melalui kesediaan generasi muda untuk mempelajari dan merawatnya. Karena itu, anak-anak muda perlu didampingi agar mengenal budaya sendiri, memahami nilai-nilainya, serta memiliki kebanggaan untuk meneruskannya,” jelasnya

“Saya berharap, ketika kemeriahan festival usai, semangat merawat budaya tetap menyala di kampung-kampung kita. Teruskan proses belajar antargenerasi, pelihara persaudaraan, dan jaga alam yang menopang kehidupan bersama,” harapnya

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Long Pahangai, Rosalina Tuko Hurang, S.K.M., menjelaskan pentingnya Musyawarah Adat (Musdat) sebagai wadah untuk membahas persoalan bersama dan merumuskan kesepakatan demi menjaga ketertiban serta keharmonisan kehidupan masyarakat.

“Musdat memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat adat karena menjadi wadah untuk membicarakan persoalan bersama, merumuskan kesepakatan, serta menjaga ketertiban dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya

Ia memaparkan enam hasil kesepakatan Musdat, yakni penetapan nama Festival Hudoq Pekayang; penggunaan sapaan “Adat Berdaulat, Salam Budaya” sebanyak tiga kali; penetapan logo resmi setelah penyusunan Buku Sejarah Hudoq Pekayang selesai; ketentuan pelaksanaan Tapak Ugaal dan Bulan Langit; evaluasi Rabu Budaya selama satu tahun; serta penggunaan busana lengkap saat pembukaan festival sesuai kesepakatan tahun 2025.

“Saya mengajak seluruh tokoh adat, pemerintah kampung, instansi pemerintah, panitia festival, generasi muda, dan masyarakat untuk menjaga komitmen terhadap hasil kesepakatan ini. Kita berharap hasil Musdat tidak hanya menjadi catatan tertulis, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam menjaga kelestarian budaya, memperkuat persatuan, serta membangun tata kehidupan masyarakat yang harmonis,” tegasnya

Kepada generasi muda, ia berpesan agar tetap mencintai tradisi daerah dan menghormati para tokoh adat. “Pelajari maknanya, hormati para tokoh adat, dan jadilah generasi penerus yang mampu menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tutupnya

Prosesi penutupan ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan kontingen oleh Wakil Bupati Mahakam Ulu. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata dan piagam penghargaan kepada 13 kampung serta Kantor Kecamatan Long Pahangai sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam Festival Hudoq Pekayang Tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai adat dan budaya terus diwariskan kepada generasi berikutnya, sekaligus memperkuat identitas daerah dan persatuan masyarakat di Kecamatan Long Pahangai. (BBL/Jo/AI)

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *