Foto : AD


DISKOMINFOSTANDI – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Mahakam Ulu ke-II Tahun 2026 dengan mengusung tema “Seni Merawat Tradisi, Berkembang Dalam Karya Berakar pada Budaya” (Semesta Berdaya), di Bumi Perkemahan Kabupaten Mahakam Ulu, Kamis (01/10/2026).

Dalam sambutan Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, yang disampaikan Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, S.E., disampaikan bahwa adat dan budaya perlu terus dilestarikan agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga serta mengembangkan berbagai potensi budaya yang dimiliki Mahakam Ulu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mahakam Ulu, Samson Batang, S.Sos., M.Si., dalam laporannya mengatakan PKD merupakan bagian dari urusan kebudayaan sekaligus memperkuat fungsi pendidikan. Kegiatan tersebut mengedepankan prinsip gotong royong, kebersamaan, keberagaman, dan penguatan budaya lokal, sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas peserta didik di bidang seni dan kebudayaan.

“Tema PKD tahun ini adalah Semesta Berdaya, yaitu seni merawat tradisi, berkembang dalam karya berakar pada budaya. Prinsip kegiatan PKD adalah gotong royong, kebersamaan, keragaman dan penguatan lokal,” ujarnya

PKD melibatkan peserta dari lima kecamatan dengan jumlah peserta dan pendamping sedikitnya 235 orang, terdiri dari Long Apari 55 orang, Long Pahangai 38 orang, Laham 35 orang, Long Hubung 55 orang, dan Long Bagun 52 orang. Kegiatan yang digelar meliputi kompetisi permainan rakyat dan olahraga tradisional seperti belogo dan menyumpit, serta ekshibisi engkrang, bakiak, gobak sodor, dan pasa alut asoq.

Selain itu, terdapat seminar dan workshop “Culture to Content” tentang pemanfaatan AI dan teknologi untuk menghidupkan kembali budaya daerah. Rangkaian kegiatan juga mencakup tari tradisional tunggal dan berkelompok, sape tradisi tunggal, musik tradisional atau etnik, lomba menggambar, mewarnai, seni rupa kreatif, mendongeng, pengetahuan tradisional, memasak, serta pasar budaya dan gelar UMKM.

Menurutnya, pelaksanaan PKD dibangun melalui dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perangkat daerah, kecamatan, kampung, komunitas, lembaga adat, hingga sektor swasta. Pelaksanaan PKD 2026 merupakan kali kedua setelah sebelumnya digelar pada 2023 dan akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan kebudayaan berikutnya.

“Semoga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Pelaksanaan PKD ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan di Mahakam Ulu yang akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami untuk pelaksanaan berikutnya,” tutupnya (AD/Jo/AI)

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *