DISKOMINFOSTANDI – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mahakam Ulu melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Kegiatan berlangsung di Ballroom Five Premiere Hotel Samarinda, Rabu (04/11/2026).
Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Mahakam Ulu, sebanyak 40 pejabat dilantik, terdiri atas 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 18 Pejabat Administrator, dan 19 Pejabat Pengawas. Selain itu, 4 pejabat menerima penugasan sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Dalam sambutannya, Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan menyampaikan bahwa pelantikan tersebut telah memperhatikan Pertimbangan Teknis (Pertek) Badan Kepegawaian Negara (BKN) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Langkah ini dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong, sekaligus sebagai bagian dari penyegaran birokrasi dan penguatan kinerja perangkat daerah.
“Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Semakin besar tanggung jawab yang diberikan, semakin besar pula tuntutan untuk memberikan kontribusi bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya
Ia menegaskan bahwa orientasi utama penyelenggaraan pemerintahan adalah pelayanan publik dan kepentingan masyarakat. Setiap program, penggunaan anggaran, serta keputusan yang diambil harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Kita membutuhkan birokrasi yang bekerja dengan cepat, tanggap, dan tepat dalam mengambil langkah penyelesaian. Apabila masyarakat menghadapi kesulitan dalam memperoleh pelayanan, perangkat daerah terkait harus hadir memberikan solusi,” jelasnya
Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh pejabat agar lebih cermat dalam mengelola sumber daya daerah, terutama di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Kondisi tersebut menuntut setiap perangkat daerah untuk mampu menentukan prioritas, memperkuat koordinasi, serta aktif mencari peluang dukungan pembangunan dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, maupun dunia usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
“Keterbatasan APBD tidak boleh membuat kita berhenti berinisiatif dan kehilangan semangat untuk membangun daerah. Kita harus mampu mencari peluang, menyusun usulan yang berkualitas, dan membangun kolaborasi,” tegasnya
Di samping kinerja, Bupati juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Ia mengingatkan agar para pejabat tidak menyalahgunakan kewenangan, melakukan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran, maupun memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok tertentu.
Menutup sambutannya, Bupati meminta seluruh pejabat yang dilantik maupun menerima penugasan agar bekerja dengan penuh tanggung jawab, membangun kepemimpinan yang terbuka, serta memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Setiap keputusan yang saudara ambil harus berpihak pada kepentingan masyarakat, setiap program harus memberikan manfaat yang berarti, dan setiap kewenangan harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan kemudian hari,” tutupnya (BBL/Jo/AI)


Tidak ada Komentar